satu bulan yang lalu, aku genap berumur 22 tahun. umur yang masih sangat muda buat orang-orang yang udah berumur lebih dariku, dan akan terdengar sangat tua buat anak-anak yang berumur dibawahku. menurutku, perjalan yang panjang untuk menempuh umur itu. tapi sebuah perasaan yang nggak nyaman muncul dalam benakku beberapa hari ini.
sebentar lagi aku bakalan dinobatin buat jadi mantan mahasiswa yang mau nggak mau aku harus berlari menuju dunia sesungguhnya. dunia realita. dunia yang benar-bnar akan melihat kita sesunguhnya. aku merasa telah menyia-nyiakan hidupku selama ini, sejak aku lahir jebreeeet…sampai detik ini, aku nggak pernah nglakuin sesuatu yang berarti buat hidupku, apalagi buat orang lain.
karena apa yang kamu rasa punya sekarang, itu nggak berarti apa-apa saat nanti kamu berada didunia sesungguhnya. mereka hanya akan melihat apa yang kamu bisa.
jujur, kemaren-kemaren aku nggak pernah mikir kayak gini. aku nggak pernah mikir apa yang bakalan terjadi sama aku setelah aku menghadapi dunia realita. karena selama ini punya embel-embel ‘aku msih anak-anak (dari lahir jebreeet, ampe daftar Tk), aku masih sekolah (dari mulai daftar TK ampe terima STTB SMA), aku masih mahasiswa(masih? harusnya itu udah)’
menurutku semua itu KURANG tepat banget, bahkan hampir mendekati TIDAK.apalagi buat yang mahasiswa. apa yang udah aku lakuin?
penyesalan selalu ada di akhir cerita. aku nyesel banget kenapa harus nyia-nyiain waktu sebanyak itu. padahal dari dulu bapakku selalu ngingetn aku ‘jangan pernah sia-siakan waktumu’ tapi sebagai anak muda yang selalu brontak dengan perkataan orang tua, aku nggak nggubris sama sekali. padalah
ok guys, buat semua yang ngrasain hal yang sama kayak aku sebelum ato sesudah ngebaca tulisan ini, jangan pernah ngrasa down. tapi kita harus lebih semangat untuk memperbaiki hidup yang udah tersia-siakan selama ini. bagaimanapun caranya.
buat temen-temen yang nggak pernah nyia-nyiain hidupnya. tingkatkan dan pertahankan.
good luck
……………….
semangat ‘N always smile J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar