Aku suka sama orang. Tapi aku nggak bisa ngungkapin perasaanku. Aku bingung. Padahal aku tahu apalah artinya perasaanku, kalo orang yang aku suka aja nggak tahu perasaanku. Brengsek emang ni peraasaan. Kenapa harus ada untuk orang yang tak seharusnya aku suka. Anjrit…bikin aku nggak napsu makan kalo ada dia dideket aku. Tapi mau nggak mau aku harus terus berada dideketnya. Mau nggak mau, harus dan wajib. Ini kmenyangkut hidup dan matinya perasaanku
Sialan, dia terus mendekatiku. Sebenarnya aku bisa pergi jauh darinya. Tapi aku nggak sanggup untuk pergi terlalu jauh darinya. Karena aku yang terus membutuhkannya. Pernah aku mencoba untuk menjauhinya, beberapa jam aku bahkan tak melihatnya. Tapirasanya separuh dari ragaku telah hilang berabat-abat lamanya. Badanku terasa melelh karena aku tak pernah melihatnya hanya dalam beberapa detik saja. Senyumnya terus selalu membuatku mabuk kepayang.
Dulu aku nggak pernah percaya sama yang namanya cinta. Tapi kini aku benar-benar merasakannya. Aku harap dia bisa merasakan keberadaan cintaku. Sitiap hari, setiap saat a kau selalu bersedia menemaniny. Dalam susah, senang, bete, kalut, bingung, ngerjain tugas-tugas kulihnya, makan, minum, tidur dan lain sebagainya segala aktifitas yang selalu ia lakukan setiap hari. Sudah sejak lama sekali aku menahan semua ini.
Sekarang aku bingung. Apakah mungkin dia tahu aku selalu bersamanya. Apakah dia tahu bahwa di sini ada aku yang selalu menemaninya dan mencintainya. Semua orang bilang kalo kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya. Lalu, apakah cinta bisa mengalahkan perasaan antara dua alam ini? Aku tak percaya itu.
Aku akan tetap mennemaninya dengan segudang cintaku, walaupun ia tak pernah tahu dan takkan pernah mungkin tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar